Previous Next

Podcast PBSI UMK Jadi Tujuan Studi Banding

KUDUS – Podcast Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK)  menjadi tujuan studi banding. Baru-baru ini, pusat Pengembangan Bahasa Internasional Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) melakukan studi banding ke Podcast Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK), pada Selasa, (15/12).

Pusat Pengembangan Bahasa Internasional atau bisa disebut Cilad Unissula (Center of International Languange Development Universitas Islam Sultan Agung) tersebut datang ke PBSI UMK berjumlah empat orang. Mereka adalah Mohammad Noor Zuhri, selaku ketua Cilad Unissula, beserta anggotanya yaitu Ahmad Lizamuddin, M. A. Rofiq, dan Nawang Wulan.

“Tujuan kami datang ke PBSI UMK untuk melakukan studi banding melihat Podcast PBSI UMK.” Kata Mohammad Noor Zuhri, di kantor PBSI FKIP Universitas Muria Kudus.

  Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd., selaku Ketua Prodi PBSI UMK dan sejumlah dosen PBSI menyambut rombongan Unissula dengan terbuka. Irfai menjelaskan bahwa, Podcast PBSI UMK ada tim khusus.  Yaitu dikelola oleh direktur Podcast PBSI, dibantu 3 mahasiswa yang selalu bertugas.

“Pertama bidang teknisi, ada mahasiswa yang bertugas setting kamera, setting mix, dan setting peralatan podcast. Kemudian ada Bidang Humas, yang dikelola oleh Novi. Ia bertugas sebagai humas sekaligus membuat surat kepada narasumber. Ketiga bidang editing, yaitu dipegang mas Ulin. Tugasnya mengedit video. Setelah melakukan streaming di youtube, kemudian diprivat, lalu diedit misal ditambah instrumen suara dan diunggah lagi dalam keadaan sudah edit.” Tuturnya.

Ia menambahkan bahwa, “Pengelola Podcast selalu bergantian. Dulu direkturnya Pak Eko Widianto, M.Pd., sekarang digantikan oleh bu Luthfa Nugraheni, M.Pd.”

Eko Widianto, M.Pd. selaku direktur Podcast PBSI pertama menjelaskan bahwa, awal mula podcast PBSI UMK berdiri itu dari obrolan santai. Awalnya ada Ngaji PBSI yang live Instagram saat pandemi. Dari situ antusias sangat bagus. “Lalu Ketua Prodi PBSI membuat tantangan yang lebih profesional, kalau PBSI membuat Podcast seperti Dedy Corbuzier bagaimana,” Kata Eko Widianto, menirukan ucapan Irfai.

“Dari situ kemudian, dibuatkan Podcast PBSI. Dulu Video pertama yang dibuat kualitas suara masih kurang. Kita tidak menunggu sempurna, yang penting jalan dulu.  Setelah itu perlengkapan ditambah untuk menunjang proses produksi, sehingga kualitas podcast PBSI perlahan bisa lebih baik.”  Tambah Eko.

Studi banding tersebut, selain diisi tanya jawab juga dilakukan praktik podcast secara langsung. Pak Ahmad Lizamuddin secara dadakan ditunjuk untuk menjadi narasumber podcast. Sedangkan Host diwakili oleh Muhammad Noor Ahsin, selaku dosen PBSI UMK. Praktik dilakukan di studio Podcast PBSI UMK, dengan mengangkat tema, Kisah Inspiratif Seputar Perjalanan Akademik Pak Lizam.

“Kami lihat podcast PBSI UMK sudah berjalan baik. Kami ingin belajar terkait teknik podcast, peralatan yang digunakan, teknik pengambilan video, dan sebagainya. Dengan harapan agar bekal ilmu pengalaman dari sini dapat kami aplikasikan di tempat kami.” Kata Mohammad Noor Zuhri, selaku ketua Cilad Unissula. (Red/MNA)