PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (PBSI)

Sobary: Sindiran Bentuk Kritik yang Beradab

SUKOHARJO - Dalam berbahasa, sindirin adalah bentuk kritik yang paling beradab. Kritik dan perlawanan bahasa diperlukan,sepanjang perlawanan itu menyebabkan kebajikan hidup dan menimbulkan perubahan sosial yang lebih baik.

Budayawan Dr. Mohammad Sobary mengutarakan hal itu dalam acara Pertemuan Imiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) ke-38 yang diselenggarakan oleh Universitas Bantara Sukoharjo di Hotel Brothers,  Solo Baru, Sukoharjo pada Rabu sampai Kamis (2-3/11/2016).

Mantan direktur Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara itu mengemukakan, hidup itu mengikuti norma yang harus ditaati. Dan di dalam politik bahasa yang kompleks, ada yang disebut bahasa perlawanan. 

‘’Makna simbolik dibalik bahasa itu sangat jelas menggambarkan politik kebahasaan kita. Di dalam alinea teks sejarah, artinya dalam bahasa, cerminan politik di dalamnya mudah ditemukan,biarpun kata politik tak terdapat di dalam teks tersebut,” ungkapnya.

Kang Sobary –sapaan akrabnya- menyampaikan, perlawanan bisa diungkapkan dengan berbagai cara, mulai dengan cara menyindir, lugas, terus terang, terbuka dan blak-blakan. Ada juga yang segenap artikulasi bahasanya cenderung kasar, yakni dengan makian yang tak terkontrol, sehingga menjadi semacam kebencian pribadi.

‘’Tetapi itu semua merupakan ungkapan jujur seorang warga Negara kepada pemimpinnya. Sindiran merupakan kritik dan cara berbahasa yang paling beradab. Seorang intelektual,ketika melihat kemungkaran tak boleh diam, perlawanan dengan kata-kata (bahasa)bisa menjadi alternatif,’’ tuturnya.

Selain Sobary, pemakalah utama dalam PIBSI ini adalah Prof. Dadang Sunendar (Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa RI), Prof. Dr. Riris K. Toha Sarumpaet, P.hD (dosen sastra Universitas Indonesia), Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd (pakar bahasa UNS Surakarta), dan Prof Anang Santoso (Universitas Negeri Malang).

Kegiatan itu dihadiri para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain dari Jawa, Kalimantan, dan Bali. Dari Universitas Muria Kudus (UMK), empat dosen yang ikut ambil bagian dalam PIBSI adalah Mila RoysaM.Pd., RistiyaniM.Pd., Muhammad Noor AhsinM.Pd.dan Irfai Fathurrohman, M.Pd. (Noor Ahsin-Portal)

Halaman 6 dari 11

Pengumuman

Agenda Seminar

Kuliah Perdana

UMK Buka Pendaftaran Jalur CBT

Achim
Student

Achim
Studen

Bob Stevenson
Stdent

Achim
Student

Achim
Student

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Highlight


Pengumuman


Kolom Opini


Agenda


E-pustaka

Pengunjung

00228903
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
58
43
58
227899
2655
3237
228903

IP: 54.158.212.93
Jam Server: 2017-10-22 20:27:39

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 20.5%
Warna - 18.2%
Menu - 13.6%
Tata Letak - 36.4%
Tidak Ada - 11.4%

Total votes: 44

Kami memiliki 12 tamu online

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Blog Staff
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

qr code
Go to top