KUDUS- Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi Universitas Muria Kudus mengikuti Malam KeakrabanKeluarga Mahasiswa Bidikmisi (Kamadiksi) UMK 2019dengan senang.Kegitan tersebut mengangkat tema “Menjalin Kebersamaan dalam Suasana Kekeluargaan Dan Perpisahan Angkatan 2015 Mahasiswa Bidikmisi” yang dilaksanakan di Balai DesaPeganjaran, Jumat (8/11/2019).

 Kegaitan tersebut merupakan wadah bagi mahasiswa penerima Bidikmisi. Kegiatan diharapkan dapat membuat peserta saling mengenal satu sama lain untuk angkatan yang berbeda. Selain itu, diharapkan dapat menjalin silaturahmi yang baik antar angkatan. Selain itu juga untuk saling membantu dan menginspirasi satu sama lain juga untuk saling berbagai pengalaman dan memotivasi.

Sasaran kegiatan Malam KeakrabanKamadiksiUMK2019meliputisemua mahasiswa Bidikmisi UMK dari angkatan 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019. Pemberangkatan menuju tempat kegiatan pukul 17.00. Awal kegiatan yaitu pembukaan oleh Ketua Kamadiksi Manarul Hidayat (Teknik Informatika). Terlihat semburat semangat dan antusias pada wajah mahasiswa bidikmisi untuk mengikuti kegiatan ini.

Pada malam hari pertama kegiatan makrab ini, yaitu pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, karena pada malam itu bertepatan dengan malam kelahiran Nabi Muhammad SAW. Setalah itu dilanjutkan dengan kegiatan keakraban antar anggota Bidikmisi UMK, ada yang menarik di sela-sela kegiatan tersebut, yaitu dengan adanya acara bakar-bakaran jagung dan sosis. Yang membuat suasana makrab lebih berkesan dan serasa lagi camping.

Hari keduanya diisi dengan senam pagi, lalu pengisian materi “Hak dan Kewajiban Mahasiswa Bidikmisi” oleh Anggit Wicaksono, S.H., M.H.Selanjutnya Materi “Sosialisasi Tugas-Tugas Mahasiswa Bidikmisi” oleh Sularno. Setelah itu penyampaian materi yang berkaitan dengan PKM oleh sdr. Yongki Rudianto, dan dilanjutkan Shareing oleh mahasiswa Bidikmisi berprestasi.

Malam hari kedua ada penampilan seni dan pelepasan mahasiswa Bidikmisi UMK angkatan 2015. Beberapa siswa ada yang menampilkan berbagai penampilan seperti, membaca puisi, menyanyi, menari, drama, dan masih banyak lagi yang menambah acara makrab lebih meriah.

Pagi harinya, Minggu (10/11/2019) mahasiswa Bidikmisi menuju ke Alun-alun simpang tujuh Kudus untuk mengikuti Upacara Hari Pahlawan. Karena sudah kewajiban mahasiswa Bidikmisi untuk mengikuti setiap upacara yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Kudus maupun pihak UMK.

Sepulang dari upacara hari pahlawan yaitu kegiatan outbond yang bisa merefresh otak. Dilanjutkan penutupan Makrab Bidikmisi oleh Ketua Kamadiksi. Ia  menyampaikan bahwa “Hasil atau tujuan dilaksanakannya makrab Bidikmisi yaitu sebagai wadah mahasiswa penerima Bidikmisi untuk menganal satu sama lain dengan seangkatan maupun berbeda angkatan. Mengembangkan soft dan hard skill dalam kerja tim maupun individu, dan sebagai salah satu bentuk kepedulian anak bangsa dalam dunia pendidikan.” Ujar Manarul Hidayat. (Khoirun Nisa)

KUDUS-  Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) akan mengadakan Festival Bulan Bahasa. Dalam acara tersebut akan diadakan Seminar Nasional yang akan menghadirkan Soesilo Toer, Ph.D, Sastrawan dan Budayawan Indonesia yang merupakan adik dari Pramoedya Ananta Toer.

 

Pendaftaran Seminar Nasional pertama bisa langsung ke sekretariat Hima PBSI Gd.lt 3 UMK atau  transfer ke BNI 764596263 a.n Rika Ayu Wulandari. Setelah membayar, Konfirmasi Pembayaran ( ketik Nama Peserta_Total pembayaran) lalu kirim ke WA 085600146917 Disertakan Bukti Pembayaran.

 

Selain Seminar, Hima PBSI juga akan mengadakan Lomba Baca Puisi dan lomba Pidato. Tema Lomba adalah, "Pengembangan Bahasa Indonesia melalui Remaja." Syarat Lomba dalah siswa atau siswi SMA/MA/SMK Se-Jawa Tengah. Biaya Pendaftaran lomba sebesar Rp75.000,00. Pendaftaran lomba Seminar bisa datang langsung ke sekretariat Hima PBSI Gd. L lt 3 UMK atau transfer ke BNI 764596263 a.n Rika Ayu Wulandari. Konfirmasi Pembayaran (Ketik Nama Peserta_Instansi_bidang Lomba_Total Pembayaran) lalu kirim ke WA 085600146917.

 

Lomba Puisi dan Lomba Pidato akan diadakan pada Sabtu, 24 November 2018. Narahubung Seminar 085600146917 (Risda). Narahubung Lomba Puisi 08562794924 (Zamroni) dan Narahubung Lomba Pidato 08562792174 (Nadya).

KUDUS - Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) akan mengadakan sosialiasi skripsi kepada mahasiswa  semester VII pada Kamis, (6/8) secara daring.

 

Sosialisasi secara daring menggunakan aplikasi Google Meet. Narasumber yang akan memberikan sosialisasi Pertama adalah Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Narasumber Kedua adalah Eko Widianto, M.Pd., selaku Tim Komisi Skripsi Prodi PBSI UMK.

 

Mahasiswa PBSI FKIP UMK semester VII diwajibkan hadir dalam sosialisasi. Persyaratannya mahasiswa harus sudah lulus mata kuliah metodologi penelitian sastra, Metodologi penelitian bahasa, serta  mata kuliah seminar bahasa dan sastra Indonesia.  Serta tidak ada nilai D pada mata kuliah tersebut. Mahasiswa bisa mengajukan tiga judul skripsi. Temanya bisa tentang bahasa, sastra, dan pembelajaran. Setelah itu, tiga judul yang diajukan akan diseleksi oleh Tim Komisi skripsi.

 

"Harapan dari sosialisasi skripsi ini mahasiswa lebih mengetahu alur pengajuan skripsi, sudah paham teknis penulisan skripsi, agar mahasiswa PBSI nanti lancar dalam proses bimbingan dan bisa lulus tepat waktu." Harap Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd. saat ditemui di Kantor Prodi PBSI. (Redaksi).

 

KUDUS - Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengikuti pelatihan pengelolaan website bertempat di kantor Prodi PBSI UMK, Kamis (5/11/2020). Pelatihan ini dipandu oleh Hasmono Andi W., S.Kom  dari Unit Pelayanan Teknis Pusat Sistem Informasi (UPT PSI).

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan merupakan mahasiswa PBSI semester V yang mengambil mata kuliah jurnalistik daring. Mahasiswa yang mengikuti jurnalistik daring sebelumnya sudah diberi bekal cara mengelola portal berita kudusnet.com. Selain diberi bekal mengelola portal berita daring juga diberi bekal dan pelatihan cara mengelola website. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan diberi pelatihan secara teori dan praktik langsung mengelola website. Mulai dari cara unggah berita, cara unggah foto, cara mengatur menu, menambah menu di website, dan sebagainya.

 "Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal teori dan praktik bagaimana cara mengelola website secara profesional. Di era digital ini, membekali mahasiswa dalam mengelola website tentu sangat penting dan semoga dapat memberikan banyak kebermanfaatan bagi mahasiswa." Kata Muhammad Noor Ahsin, M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah jurnalistik daring.

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini pun terlihat sangat antusias dan sangat senang. "Kesan saya mengikuti pelatihan ini sangat membantu dalam mata kuliah jurnalistik daring, khususnya dalam pengelolaan data, pengoperasian website, dan memberikan manfaat untuk pengalaman kerja saya di masa mendatang nanti." Kata Dwi Setyorini, mahasiswi PBSI UMK, selaku peserta pelatihan. Pendapat senada juga disampaikan oleh Maulida Laily, "Kesan saya mengikuti pelatihan ini dapat membantu saya dalam mata kuliah jurnalistik daring." tuturnya. (Red)

 

 

KUDUS - Tim KPU (Komisis Pemilihan Umum) PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) FKIP UMK mengadakan kampanye untuk Calon Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima). Calon ketua yang berkesempatan menyampaikan kampanye berupa visi misi adalah calon ketua Hima nomor urut 2. Dengan calon ketua Noor Khumaidah atau akrab dengan Nunung yang merupakan mahasiswi semester 3. Kampanye ini diadakan secara virtual ruang zoom yang diikuti dosen PBSI, tim KPU PBSI, dan seluruh mahasiswa PBSI.

Visi misi dari calon ketua hima nomor urut 2 diantaranya,

Visi menciptakan hinpunan mahasiswa yang produktif aktif kreatif serta inovatif.

Misi

1. Mempererat hubungan solidaritas antara hima, mahasiswa dan prodi.

2. Memperbaiki hima yang dulu dengan membuka hal yang baru dan yang bersih. (17/12/2020)

Saat kampanye mahasiswa diizinkan menanyakan hal apa saja berkaitan dengan hima kepada calon ketua  hima kurang lebih lima soal. Kampanye yang dimulai pukul 13.00 berlangsung kurang lebih selama satu jam dan akan dilanjutkan dengan calon ketua Hima nomor urut 1 Isna Noraini pada hari Jumat, 18 Desember dengan waktu  yang sama. (Indah & Zaki)

Masih ingatkah kalian tanggal 10 November hari apa? Bagus jika masih ingat, tanggal 10 November merupakan hari pahlawan, dan apakah kalian ingat dengan semua yang telah para pahlawan lakukan untuk Negara kita ini? Mereka berjuang memerdekakan Negara Indonesia dengan bertaruh nyawa agar kita dapat seperti sekarang, hidup merdeka tanpa ada lagi penjajahan di bumi nusantara.

Pertanyaannya, apakah ada yang menghargai bagaimana perjuangan pahlawan terdahulu? Saat ini banyak para pemuda enggan perduli dengan hari pahlawan, karena menurutnya membuang waktu saja, mereka tidak sadar siapa yang membuat mereka dapat hidup tenang, tidur nyaman, tanpa ada rasa takut. Itu dari siapa? Dari pahlawan bukan? Makapenting bagikita harus mengingat bagaimana perjuangan dan pengorbanan mereka,walaupun tidak dapat seperti mereka setidaknya kita dapat menunjukkan kepedulian kita pada jasa-jasa mereka.

Banyak kita lihat saat ini setelah semakin meningkatnya teknologi informasi dan komunikasi para pemuda hanya mengungkapkan selamat di sosial media mereka contohnya “Selamat Hari Pahlawan” yang hanya bertujuan untuk dilihat orang dan agar seseorang beranggapan bahwa pemuda ini memiliki sikap Nasionalisme yang tinggi? Tidakkah ada kegiatan yang lebih dapat menghargai pahlawan seperti mengikuti upacara bendara dengan hikmat ataupun lainnya.

Sebuah lingkungan adalah salah satu faktor penting untuk penjunjang proses tumbuh kembang seseorang.Seseorangmenjadi baik atau buruk itu dapat dipengaruhiolehfaktor lingkungan. Lihat saja lingkungan saat ini sangat sulit kita jumpai sebuahkelompokyang memiliki tujuan baik, malah kadang lahir geng-geng motor yang amburadul yang meresahkan warga.Apakah sikap mereka inibentuk rasabersyukur atas kemerdekaan yang para pahlawan perjuangkan?Tentu bukan.

Bahkan para pahlawan banyak yang belum dapat merasakan apa yang mereka perjuangan, mereka gugur di medan perang, tapi yang hanya tinggal menikmati tidak tahu bersyukur dan menghargai sedikit saja jasa mereka. Sekarang berpikirlah sejenak dan mari kita mencoba memaknai dan menghargai jasa para pahlawan.Bentuknyatidak hanya memberikan kalimat selamat dimedia sosial saja. Ucapan selamat haru pahlawan saja tidak cukup,jika tidak kita tidak dapat meneladani sikappahlawan. Bentuk kita menghargai jasa mereka salah satunya dengan melakukan hal positif saatmomentum haripahlawan tiba.Jangan hanya ucapan saja, Tapi kita perlu melalui aksi nyata yang bisa memberikan kebermanfaatan bangsa masyarakat, bangsa, dan negara.

*Mahasiswi Prodi PBSI FKIP Universitas Muria Kudus

 

KUDUS– Tips dan trik agar ketika lulus dari Prodi PBSI langsung mudah mendapatkan kerja, pertama adalah bangunlah relasi atau jejaring sejak Anda jadi mahasiswa. Kedua, Anda harus punya kompetensi teoretis dan kompetensi praktis. Jika kompetensi dan jejaring sudah Anda punya, nanti masyarakatpun tentu akan mencari dan membutuhkan keahlian dan kompetensi Anda.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Agus Darmuki, M.Pd., dalam acara kuliah perdana yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu, (30/09) yang diadakan secara daring menggunakan zoom meeting.

Acara yang dimoderatori oleh Eko Widianto, M.Pd., tersebut berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh sekitar 120 peserta baik dari mahasiswa PBSI dan mahasiswa dari fakultas lain yang mengikuti kuliah MKU Bahasa Indonesia.

Agus Darmuki yang merupakan akademisi dari IKIP Bojonegoro tersebut memaparkan kelebihan jika kuliah di Prodi PBSI. Ketika kuliah di PBSI, mahasiswa yang telah lulus bisa bekerja dan berprofesi apa saja.

Diantaranya pertama, bisa menjadi guru, karena guru bahasa Indonesia selalu dibutuhkan di semua tingkatan pendidikan. Kedua, Penulis naskah dan sastrawan. Ketiga, bisa menjadi editor dan penyunting buku di penerbitan. Keempat, bisa menjadi wartawan atau jurnalis.

“Kelima, mahasiswa PBSI yang lulus kuliah bisa bekerja di Lembaga Pemerintah seperti balai bahasa. Keenam mahasiswa pun bisa jadi artis, pemain teater, dan sutradara karena dalam mata kuliah di Prod PBSI ada mata kuliah pementasan drama yang membekali mahasiswa untuk akting atau bermain peran.” Kata narasumber kelahiran  Tuban, 21 Agustus 1985.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa, “Mahasiswa ketika lulus dari Prodi PBSI juga bisa berprofesi  sebagai MC profesional atau pembawa acara, motivator, serta menjadi youtuber. Di Prodi PBSI ada mata kuliah sinematografi yang membekali mahasiswa dalam membuat film, yang nantinya film itu harus diunggah di Youtube. Serta, mahasiswa pun bisa menjadi seorang wirausaha.” Kata Agus yang merupakan lulusan Program Doktor dari UNS Surakarta.

Eko Widianto yang merupakan dosen PBSI FKIP UMK menuturkan bahwa, kuliah bahasa Indonesia yang ia jalani dulu membawanya menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di luar Negeri. Dengan kuliah di bahasa Indonesia, Eko mendapat pengalaman mengajar bahasa Indonesia di luar negeri. Peluang kerja lulusan bahasa Indonesia sangat besar.

“Saya berpesan bahwa utamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.” Pesan Eko Widianto, yang pernah menjadi Pengajar BIPA di Tunisia dan di Vietnam.

Agus menjelaskan bahwa, belajar bahasa Indonesia itu penting. Bahasa itu kebiasaan. Kalau ingin meningkatkan kompetensi harus sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang luar negeri saja banyak yang tertarik mempelajari bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia itu punya banyak keunikan dan kelebihan.

“Bahasa Indonesia itu menarik, simpel, efektif, dan efisien. Jumlah penutur bahasa Indonesia di dunia juga banyak. Mahasiswa PBSI, Anda adalah pioner untuk bisa mengenalkan penggunaan bahasa yang baik dan benar di masyarakat. Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Maka dari itu gunakan bahasa Indonesia sesuai dengan konteks, situasi, dan kondisi.”  Pungkas Agus Darmuki. (Ahs/Red).

Subcategories

Page 4 of 5